Lupa Pasang Handrem, Mobil Jemput Siswa TK Nyungsep

Lupa Pasang Handrem, Mobil Jemput Siswa TK Nyungsep

- detikNews
Senin, 04 Mei 2009 14:06 WIB
Banyuwangi - Mobil antar jemput Taman Kanak-Kanak (TK) berpenumpang 15 siswa, nyungsep dan terbalik ke sebuah sungai tak berair di Dusun Mangli Desa Karangsari Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Senin (4/5/2009) siang.

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang tejadi pukul 10.00 WIB, seluruh penumpang termasuk tiga ibu wali murid turut selamat dalam kecelakaan tunggal tersebut. Mereka hanya mengalami luka ringan, lecet di kaki dan tangan. Meski demikian, para korban mengalami trauma.

"Alhamdulillah semua selamat, hanya mengalami luka lecet kecil dan sudah pulang kerumah masing-masing," jelas Kapolsek Sempu, AKP Toha Choiri saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi.

Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari beberapa saksi mata menyebutkan, mobil naas yang disopiri Saiful (32) itu milik Yayasan Pendidikan TK dan Play Group Mutiara Hati, Desa Tegalarum Kecamatan Sempu. Mobil jenis Clot L 300 itu merupakan mobil antar jemput siswa TK yang sekolah di yayasan tersebut.

Sebelum peristiwa terjadi, mobil bernopol DK 1442 KA terlihat meluncur dari arah timur dan berhenti menurunkan salah satu siswa yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian. Namun beberapa menit setelah sopir turun, mobil terlihat bergerak mundur. Diduga sopir lupa mengaktifkan handrem mobil.

Kondisi jalan yang menurun membuat mobil meluncur dengan bebasnya. Tak ayal, mobil langsung terjun ke sungai yang berada di seberang jalan dalam posisi body belakang terlebih dahulu hingga membuatnya terbalik.

"Sopir sempat lari dan menahan mobilnya, tapi karena jalannya menurun, mobil terus mundur dan masuk ke sungai hingga terbalik, mungkin sopir lupa menarik rem tangan mobil," jelas Sugeng, salah satu saksi mata kepada detiksurabaya.com.

Sesaat kemudian, lanjut Sugeng, sopir berteriak-teriak meminta pertolongan. Beruntung, warga segera memberikan pertolongan ke-15 siswa dan tiga ibu wali murid yang sudah dalam kondisi menumpuk menjadi satu di bagian belakang mobil berwarna putih itu.

Karena kondisi sungai cukup dalam, proses evakuasi badan mobil memakan waktu hingga berjam-jam. Dengan bantuan sebuah truk diesel dan ditarik secara manual oleh warga, akhirnya badan mobil baru berhasil dievakuasi pukul 12.15 WIB.

"Alhamdulillah, biarpun mobil saya rusak yang penting semua korban selamat," jelas Turmudi, pemilik Yayasan Pendidikan TK dan Playgroup Mutiara Hati, sesaat mobil miliknya berhasil diangkat dari dalam sungai.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait