Anak warga Desa Rangperang Daya, Kecamatan Propo, Pamekasan, Nurul (5) mengalami kelainan sejak kecil. Meski istri Mathalil, Supadmi tak mengalami kelainan saat melahirkan, namun saat anaknya berusia 8 tahun, ususnya membengkak.
Berulang kali suami istri tak mampu itu mendatangi RSU dr Soetomo Surabaya untuk mengobatkan anaknya. Namun karena biaya operasi mahal, mereka akhirnya memilih pengobatan alternatif.
Mulai dari ke dukun bayi untuk diurut hingga berbagai pengobatan alternatfi lainnya. Namun usaha itu selalu sia-sia. Bahkan usus Nurul kian membengkak dan membesar. "Dulu pernah saya urut ke dukun bayi, sat itu ususnya masuk dan kembali normal. Terus saat pulang, ususnya kembali keluar," kenang Supadmi kepada detiksurabaya.com saat di rumahnya, Senin (4/5/2009).
Supadmi mengaku belasan orang pintar dan yang mampu melakukan pengobatan alternatif, namun penyakit anaknya tak kunjung sembuh.
"Jika dalam kondisi tertidur, usus Nurul yang membengkak kembali masuk ke dalam perutnya. Tapi, usus ini kembali membengkak dan keluar dari dalam perutnya saat Nurul terbangun," urai Supadmi tentang penyakit anaknya ini.
Kini Supadmi berharap uluran tangan dari para dermawan. "Syukur-syukur ada pejabat pemerintah yang membantu membiayai operasi usus Nurul yang membengkak keluar ini," harap Supadmi.
Rupanya harapan Supadmi akhirnya berbuah bahagia. Pihak RSU Pamekasan memberikan pengobatan dan perawatan secara gratis. Dia mengaku Nurul mengalami kelemahan dinding perut dan rongga perut atau yang lebih dikenal hernia umbilicalis.
"Siang ini, saya mengutus staf untuk mengantar Nurul ke rumah sakit. Semoga bisa cepat diatasi. Jika perlu dioperasi," kata Direktur RSU Pamekasan, dr Sardjono saat ditemui di kantornya RSU Jalan Raya Panglegur.
Sardjono meyakinkan, seluruh biaya perawatan medis bagi Nurul akan ditanggung seluruhnya oleh pihak rumah sakit. (fat/fat)











































