Saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Jalan Halmahera 98, Kecamatan Kartoharjo, Sabtu (2/5/2009), Sartono berharap agar pemerintah bisa menjadikan para guru sebagai pegawai negeri. Karena selama ini, dirinya hanya sebagai guru tidak tetap dengan gaji Rp 60 ribu.
"Saya sudah legowo iklas dengan nasib saya meski gak jadi PNS. Hanya saya berharap pemerintah memperhatikan nasib guru yang telah mengabdi lama," pinta Sartono.
Pria kelahiran 29 Mei 1936 ini mengaku mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Dr Yahya A Muhaimin pada tahun 2000, serta dari Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudbyo tahun 2005.
Semua penghargaan yang diterimanya, saat ini dipajang rapi di ruang tamu rumahnya.
Setelah berhenti mengajar, saat ini Sartono yang tinggal bersama sang istri menghabiskan dengan mengisi acara seminar pendidikan.
(bdh/bdh)











































