Namun, antara wartawan dengan kades terjadi perdebatan. Ketegangan dan cekcok mulut pun tidak dapat dihindari. Warga yang mengetahui hal tersebut hendak menggebuki 6 wartawan tersebut yang dinilai membuat resah. Beruntung pihak aparat kepolisian dari polsek setempat segera ke tempat kejadian perkara (TKP).
Keenam wartawan itu yakni Wafi dan Habib, keduanya asal Kabupaten Pamekasan. Mukhlis, Erfandi, Asrama dan Kurniawan, keempatnya warga Kabupaten Sumenep.
Kapolsek Batang-Batang, Sumenep, Iptu Abd Mukid menjelaskan, 6 wartawan yang identitasnya diragukan itu hendak mengklarifikasi pendistribusian raskin yang diduga dijual Rp 25 ribu/15 kg oleh kades.
"Tapi, pihak kades tetap pada pendiriannya jika raskin itu dijual hanya Rp 24 ribu/15 kg dan tidak ada penyimpangan. Namun, belum sempat mengklarifikasi secara tuntas antara wartawan dengan kades tegang dan terjadi cekcok mulut," kata Mukid pada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Raya Bantang-Batang, Sumenep.
Keenam wartawan tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik, selain diragukan identitasnya akan dipertemukan kembali dengan pihak kepala Desa Batang-Batang Laok agar persoalan tersebut tidak semakin memanas.
(bdh/bdh)











































