Ratusan pendulang emas yang terus berdatangan terkadang tidak mendapatkan hasil, meski seharian telah berburu di area dan sekitar hutan jati.
Meski seharian tak mendapat apa yang dicari, namun tak menyurutkan semangat perburuan emas yang mereka cari. Mereka enggan beranjak dari lokasi, setelah mendengar teriakan kegirangan rekannya yang menemukan gumpalan emas sebesar jempol kaki manusia. Mereka terus bertekad menggali hingga mendapatkan emas yang diharapkan.
"Bagaimana tidak ngiler lihat teman dapat emas sejempol kaki," jelas Teguh (40), salah satu pendulang emas asal Dusun Krajan Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo di lokasi kepada detiksurabaya.com, Sabtu (25/4/2009).
Hal senada juga diungkapkan oleh pendulang emas lainnya, Sukri (44). Selama dua hari di menginap di kawasan sekitar, tak membuatnya beruntung seperti rekan-rekan lainnya.
"Saya masih mendapat dua genggam emas setelah dua hari di sini. Tidak seperti rekan lainnya yang bisa mendapat hingga 1 sak," jelas pria dua anak asal Desa Sumberagung.
Namun di sisi lain, menjubelnya para pendulang emas membuat keuntungan bagi penjual air minuman kemasan. Meski harganya naik 2 kali lipat, para penjual mengaku dagangannya laris manis.
Seperti penuturan pedagang air minum kemasan, pasangan suami istri, Agus (29) dan Yanti (22), asal Dusun Silirbaru Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran. Pasutri yang baru berjualan sehari itu mengaku dalam waktu 1 jam barang dagangannya ludes.
"Air minuman kemasan botol, rokok, dan roti langsung habis, tahu begini tadi saya bawa banyak," jelas Yanti yang diamini oleh suaminya kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Senada juga diungkapkan penjual minuman dan rokok, Sholeh (41). Dirinya mengaku membawa 2 kardus air mineral. Namun dalam waktu 1 jam, dagangannya sudah habis terjual. (fat/fat)











































