Kasie Operasi Satpol PP Lamongan, Alfian Helmi mengungkapkan razia abon diduga mengandung daging babi ini dilakukan di sejumlah toko dan minimarket. "Banyak warga masyarakat yang takut pada saat membeli abon karena kuatir kalau abon yang dibeli ternyata dari bahan daging babi," jelas Helmi kepada wartawan di lokasi, Jumat (24/4/2009).
Helmi menjelaskan, untuk mengetahui apakah abon tersebut berbahan baku dari daging babi atau tidak, pihaknya sengaja mengajak Dinkes yang memang paham tentang ciri-cirinya.
"Untuk tindakan yang kami ambil adalah menyita barang tersebut dan meminta keterangan penjual," ujarnya.
Dia mengaku, pihaknya selama ini mencurigai abon-abon yang dikemas tanpa merk atau abon yang kemasannya tanpa diberi keterangan sama sekali mengenai produknya. "Kami menyita dulu abon tersebut untuk mengetahui kandungan abonnya," tegasnya.
Abon yang dicurigai berbahan baku daging babi tersebut, kata Helmi, berdasarkan banyaknya abon dari Salatiga dan meresahkan masyarakat. "Ini kami lakukan agar bisa memberi ketentraman di masyarakat," tandasnya.
Sementara para pemilik toko yang kedapaatan menjual abon tanpa disertai merk atau keterangan tersebut mengaku jika dirinya hanya menerima titipan untuk menjual. Mereka mengaku tidak tahu apakah abon tersebut mengandung daging babi atau tidak.
(fat/fat)











































