Saat asyik memilih dan mencoba baju di Toko Busana Delta, Jalan Nusantara Pasuruan, pelajar kelas 1 dan 2 ini baru sadar jika handphone dan dompet raib.
Tawaran menjadi model disampaikan Wisma, seorang waria yang mengaku bekerja di agensi model Jakarta ke Slamet bagian kesiswaan SMPN 1 Pasuruan, Jalan Balaikota, Kamis (23/4/2009) sekitar pukul 08.00 WIB .
Wisma pun menyampaikan surat keterangan yang isinya agensi model membutuhkan beberapa model, yang akan tampil di TV swasta jika lolos seleksi. Acara seleksi pemotretan itu akan digelar di Taman Kota Pasuruan, Sabtu (25/4/2009).
"Karena menyakinkan, akhirnya Pak Slamet menyuruh 15 anak, 4 diantaranya pria ikut proses model pencarian bakat. Namun, yang datang kemarin sore saat fitting hanya 13 siswa," kata salah satu korban, Ulfa (13) kepada wartawan di sekolahnya, Jumat (24/4/2009).
Setelah disepakati, siswa kelas 2 ini pun bersama teman-temannya berkumpul di Toko Busana Delta pukul 20.00 WIB. Tanpa ada kecurigaan, Wisma meminta seluruh para siswa mengumpulkan dompet dan handphone.
"Katanya agar tidak ribet, semua barang-barang harus dititipkan ke Wisma. Setelah itu Wisma menyuruh anak -anak memilih baju dan katanya nanti dia yang bayar semua," kata salah satu korban lainnya yang masih duduk di kelas I, Irma (12).
Namun usai fitting, Wisma sudah tidak ada di tempat bersama barang-barang yang dititipkan para siswa. "Kontan, semua anak menangis dan langsung menelpon orang tua masing-masing," kenang Irma.
Mengetahui menjadi korban penipuan, mereka lantas menghubungi para orangtuanya. Dengan diantar orangtua masing-masing siswa, mereka melapor ke Polresta Pasuruan.
Sementara Kasatreskrim Polresta Pasuruan AKP Mardiyansah membenarkan ada laporan penipuan dari 13 pelajar SMPN 1 Pasuruan.
"Kami masih melakukan identifikasi pelaku. Menurut pengakuan anak-anak, pelaku berdandan ala waria, tinggi 170 cm, kurus, kulit kuning dan memakai kaos kuning dan celana biru," jelas Mardiyansah saat dihubungi. (fat/fat)










































