Kejadian naas itu terjadi saat korban hendak pulang ke kampung halamannya, Desa Mettelen, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Namun, mengalami kecelakaan setelah sepeda motor nopol P 2701 QD yang dikemudikan tabrakan dengan mobil pick up bermuatan sapi nopol M 8248 A.
Diduga, mobil pic up yang melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi,
sehingga saat berpapasan dengan pengendara sepeda motor dari arah berlawanan tidak dapat mengendalikan. Tabrakan keras tidak dapat dihindari.
Akibatnya, korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kondisi kepala pecah, lengan dan paha kiri patah. Sedangkan mobil pick up terguling dan satu ekor sapi mati. Adapun sopir pick up dan penumpangnya melarikan diri dan belum diketahui identitasnya.
Salah seorang saksi mata, Yasid (31) warga Desa Pakandangan, Sumenep, mengatakan,
korban terpelanting dari sepeda motornya setelah ditabrak pick up. Saat tabrakan,
pick up juga hilang keseimbangan, sehingga guling ke kanan.
"Suara tabrakan itu sangat keras, karena sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi,"
terang Yasid pada wartawan di lokasi kejadian.
Tidak lama berselang, Satlantas Polres Sumenep datang ke TKP. Sedangkan korban dilarikan ke RSU Dr Moh Anwar Sumenep.
Kanit Laka Lantas Polres Sumenep, Aiptu Wahyudi Kusdarmawan membenarkan kejadian
tersebut. Namun, belum bisa menyimpulkan faktor terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa seorang wartawan tersebut.
"Anggota saya masih olah TKP dan mengejar sopir yang melarikan diri," tegas Wahyudi
pada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep.
(bdh/bdh)











































