Alasan pencabutan itu karena suara caleg Ul tidak memenuhi target. Padahal sebelumnya Ul banyak memberikan sumbangan ke warga, dengan tujuan bisa meraup suara sebanyak-banyaknya. Rumah warga yang menjadi sasaran yakni Ismayanti, Sutarjo, Kurniawati alias Rwai, Misto dan Busana.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, sejak dilakukan pencabutan listrik, kelima warga itu kini rela menggunakan lampu templok sebagai penerang rumahnya.
"Ya karena saya dianggap tidak mendukung dia (Caleg yang kalah, red), tapi mau gimana lagi wong listrik itu disambungkan dari masjid. Tapi setiap bulan kami tetap membayar," terang Misto kepada detiksurabaya.com, Selasa (22/4/2009).
Kabar adanya pencabutan listrik itu sendiri juga dibenarkan oleh beberapa warga di Desa Kandang. Bahkan kasus tersebut kini masih menjadi pergunjingan di Desa Kandang.
Pencabutan sendiri dilakukan, tepat sehari setelah pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) 2009, setelah tim sukses kecewa dengan peroleh suara Ul di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) Desa Kandang.
Informasi lainnya juga, jika caleg PKNU ini konon juga telah banyak mengeluarkan uang, hanya sekedar ingin mendapatkan banyak suara. Uang tersebut kabarnya juga digunakan untuk menyumbang mesjid desa setempat.
Sementara H Samsul yang disebut-sebut sebagai otak dari pencabutan listrik milik warga saat dikonfirmasi membatah jika dirinya melakukan pencabutan lsitrik.
"Saya tidak pernah melakukan pencabutan, mungkin itu ulah orang lain yang mengatasnamakan nama saya," kilahnya saat dikonfirmasi
(fat/fat)











































