Kapolres Sumenep, AKBP Umar Effendi mengatakan, keempat aktivis mahasiswa itu hanya diberi pembinaan agar dalam menyampaikan aspirasinya tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Apalagi, mengarah pada aksi anarkis.
"Usai diperiksa penyidik, para aktivis mahasiswa itu langsung dipulangkan," tegas Umar pada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep.
Sebelumnya, mahasiswa dan aparat bentrok saat peserta aksi memaksa masuk kantor Panwaslu Sumenep. Selain itu, mereka juga memaki aparat keamanan.
Sikap mahasiswa juga terlihat arogan dengan memaksa menerobos pagar betis aparat. Aksi saling dorong tidak terelakkan.
Makian peserta aksi pada aparat membuat petugas tidak betah. Akhirnya mereka yang mengeluarkan kata-kata kotor diringkus. Lalu, digelandang ke Polres untuk diperiksa.
Keempat aktifis mahasiswa itu, satu diantaranya adalah korlap aksi, Ahmad Ainurrasyid, mahasiswa Sekolah Tinggi Keislaman Annuqayah (STIKA) Guluk-Guluk, Sumenep.
(bdh/bdh)











































