Puluhan aktivis mahasiswa menuntut agar penambangan Batu Mangan (Mn) di Kecamatan Silo ditutup. "Tutup tambang karena penambangan apapun pasti merusak lingkungan," kata salah satu pendemo, M Afifudin saat berorasi.
Para aktivis juga meminta agar selain penambangan ditutup, SK pembukaan tambang harus dicabut. "Tidak hanya ditutup, tetapi SK pembukaan tambang harus dicabut. Jadi ada jaminan jika penambangan ditutup," tegas Afif.
Dalam aksi tersebut, sempat diwarnai aksi dorong-dorongan dengan polisi. Sebab, para pendemo memaksa masuk ke ruangan, namun dihadang polisi. Para polisi dan staf Disperindag pun juga menanyakan surat izin aksi tersebut.
Para pendemo yang tidak ditemui Kepala Disperindag, Hariyanto jengkel dan menutup gerbong menuju kantor itu dengan menumpuk sampah di bawah gerbang. Mereka juga menyegel gerbang dengan sepatu-sepatu yang rusak. Aksi tersebut berakhir satu jam kemudian dan mereka melanjutkan ke kantor DPRD Jember.
Sementara massa membawa poster-poster yang berisi tuntutan antara lain, "Cabut SK Penambangan di Silo" dan "Save Our Earth". (fat/fat)










































