Bayi Kembar 3 Lahir di Kota Tahu

Bayi Kembar 3 Lahir di Kota Tahu

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2009 12:12 WIB
Bayi Kembar 3 Lahir di Kota Tahu
Surabaya - Bayi kembar 3 lahir dalam kondisi prematur di RS Bhayangkara Kota Kediri. Dengan alasan kondisi perekonomian yang tidak mampu, dua diantara 3 bayi tersebut akan direlakan untuk dirawat kepada yang bersedia mengadopsi.

Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, bayi kembar 3 tersebut putra pertama dari pasangan Sukamto (19) dan Fitria (17), warga Desa Sumber Bendo, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Ketiga bayi itu lahir melalui operasi caesar, pada Selasa (21/4/2009) kamrin. Untuk bayi pertama lahir pda pukul 14.17 WIB, bayi kedua pada pukul 14.20 WIB dan bayi ketiga pukul 14.25 WIB.

"Ketiganya berjenis kelamin laki-laki, dan kemarin proses kelahirannya dibantu dr Ananing Ati, Sp.OG," kata Kepala Bagian Humas RS Bhayangkara Kota Kediri, Emi Pudjiharti, saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2009).

Untuk kondisi bayi, Emi menjelaskan masing-masing memiliki berat 900 gram dan panjang 36 CM. Meski memkiliki berat yang minim, 2 dari ketiga bayi dalam kondisi sehat, dan hanya bayi ketiga yang memiliki kondisi kesehatan buruk.

"Namun kami tetap memberikan perawatan secara total kepada ketiganya. Saat ini ketiganya kami tempatkan di Ruang ICU Bayi dan Anak, dengan kami rawat di fasilitas incubator," jelas Emi.

Ketika diminta menjelaskan kondisi kesehatan ketiga bayi secara mendetail, Emi mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Menurutnya, untuk hal tersebut hanya dokter yang menanganinya yang berhak memberikan penjelasan. "Yang jelas kami akan melakukan monitoring ketat dalam perawatannya," ujar Emi.

Secara terpisah, Sri Wahyuni (43), salah satu kerabat orang tua bayi mengatakan, pihaknya tidak memiliki firasat apapun atas lahirnya bayi kembar 3 tersebut. Bahkan, dalam keluarganya juga tidak terdapat faktor genetik kelahiran kembar.

"Yang aneh lagi saat di USG, kata dokter anaknya hanya satu. Kandungannya juga kecil dan tidak menampakan kalau anaknya akan kembar," ujar Sri.

Dikatakan pula oleh Sri, orangtua bayi memiliki kondisi perekonomian yang sangat minim. Ayahnya hanya bekerja sebagai pedagang pakaian keliling di Jakarta, sementara ibu bayi hanya menjadi ibu rumah tangga. Atas kondisi tersebut, 2 dari ketiga bayi akan diberikan kepada pengadopsi.

"Ibunya sudah bilang, katanya akan diberikan untuk diadopsi. Tapi yang diutamakan keluarga terdekat dulu, baru jika tidak ada orang lain diperbolehkan," ungkap Sri. (bdh/bdh)
Berita Terkait