"Itu tidak benar, itu isu. Kita sudah melakukan penyelidikan dan mengkonfirmasi ke berbagai pihak dan faktanya tidak ada petunjuk atau bukti awal adanya kebocoran," tegas Kapolresta Mojokerto, AKBP Sulistriandi Atmoko saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (22/4/2009).
Dia menyakini jika kebocoran soal sangat tidak mungkin terjadi. Karena lembaran soal yang dicetak dari Surabaya tiba di Mojokerto sebelumnya itu langsung disimpan di aula polres dengan penjagaan ketat.
"Dijaga 1 x 24 jam. Saya sebagai kapolres menjamin soal itu tidak bocor tapi saya tidak jika siswa itu mendapat bocoran dari daerah lain. Yang pasti tidak ada waktu untuk membahas jawaban dari soal unas yang kita simpan," tandasnya.
Bahkan kata dia, selama pendistribusian ke sekolah maupun ke Surabaya selalu mendapat pengawalan pihak kepolisian. Apalagi pembagian soal ke siswa juga dilakukan sesuai jadwal ujian berlangsung. "Ada 2 polisi dan dari diknas serta kominte pemantau independen," ujar dia menyakinkan.
Sementara sumber detiksurabaya.com di Mojokerto, menyatakan jika polisi kerja keras untuk mencari dan menemukan siswa yang diduga telah mendapat lembaran soal unas menjelang ujian. Bahkan polisi berusaha rekaman gambar yang didapat sejumlah media.
"Polisi sedang berusaha mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Kita juga belum tahu, apakah jawaban yang seperti diberitakan media itu asli atau palsu," katanya sumber yang mewanti-wanti namanya tak disebut.
Seperti diberitakan hari pertama ujian nasional di Kota Mojokerto diduga bocor sebelum dibagikan ke siswa. Para pelajar SMA Negeri III Kota Mojokerto, sudah mendapat kertas berisi jawaban materi Bahasa Indonesia menjelang ujian digelar, Senin (20/4/2009).
Saat wartawan mendekat dan mencoba mengambil gambar, beberapa pelajar dengan sigap menghindar dan memasukkan ke dalam saku. "Kenapa mas kemari. Kami mau ujian, jangan diganggu," kata seorang pelajar SMA Negeri III.
Dari jarak sekitar 4 meter, terlihat secarik kertas bertuliskan deretan huruf abjad beserta nomor soal. Bahkan ada seorang pelajar lelaki jurusan IPS, yang menyalin secarik kertas itu, ke kaki bagian kanan dan tangan bagian kiri.
Beberapa pelajar lain, menyalin ke telepon genggam yang diizinkan dibawa masuk ke ruang kelas saat ujian berlangsung. "Waduh, wartawan iki resek ae. Gak ngerti ujiane angel ta (Waduh, wartawan ini resek, Tidak tahu soal ujiannya sulit)," kata seorang pelajar lelaki setengah berteriak.
Saat itu Kepala SMA Negeri III, Wahyono saat dikonfirmasi langsung membantah materi ujian nasional sudah bocor sebelum dibagikan ke siswa. "Kalian tahu sendiri, materi ujian baru kami terima. Dan juga dikawal polisi," kata Wahyono kepada wartawan.
(gik/gik)











































