Meski hingga siang ini belum ada keterangan resmi dari petugas kepolisian tentang motif pembunuhan, namun tidak menutup kemungkinan berkaitan dengan pesta demokrasi pileg 9 April 2009 lalu.
"Mudah-mudahan kasus pembunuhan yang menimpa ketua KPPS itu tidak berkaitan dengan pileg. Untuk itu, polisi hendaknya mengungkap pelaku dan motifnya agar tidak simpang siur," tegas Thoha kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Asta Tinggi, Kebonagung, Sumenep, Senin (21/4/2009).
Pihaknya, kata dia, tetap percaya dan menunggu hasil penyidikan yang dilakukan petugas kepolisian. Sebab, pembunuhan yang menimpa seorang KPPS sangat sensitif.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 3 Moh Hasim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, ditemukan tewas mengenaskan di sawah, 100 meter dari rumahnya. Di sekujur tubuhnya terdapat banyak luka sayatan. Diantaranya, luka di bagian leher, kedua tangan nyaris putus dan usus terurai.
(fat/fat)










































