Salah seorang diantaranya, Mukal (42), warga Desa Ambunten Timur, Ambunten, Sumenep, dinyatakan hilang. Korban tenggelam bersama perahunya karena tidak bisa berenang.
Sedangkan temannya, Mursyid (27), warga Desa Campor Barat, Ambunten, selamat setelah mendapat pertolongan dari nelayan lain beberapa saat kejadian. Namun Mursyid, masih terlihak shock dan saat ini dirawat di puskesmas setempat.
Tabrakan tersebut bermula saat kedua nelayan hendak mencari ikan dalam jarak 10 kilo dari bibir pantai. Tiba-tiba dari arah timur, sebuah kapal motor dengan kecepatan tinggi yang tidak diketahui nama kapalnya menabrak perahu korban.
Akibatnya, korban yang dinyatakan selamat itu terpental ke laut. Sedangkan korban yang dinyatakan hilang tenggelam bersama perahunya.
Korban yang selamat sempat berteriak dan meminta pertolongan. Namun, kapal motor berukuran besar yang berwarna hijau kecoklatan itu tidak menghiraukan dan lari ke arah barat.
Kapolsek Ambunten, Sumenep, Iptu Sumaryono menjelaskan, warga nelayan bersama petugas melakukan pencarian dengan cara menyisir sepanjang Pantai Ambunten. Namun, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.
"Warga nelayan dan petugas masih menyisir pantai tak jauh dari TKP," kata Sumaryono pada detiksurabaya.com di lokasi.
Dia menduga, korban tenggelam bersama perahunya. Sehingga pencarian ke tengah laut belum bisa dilakukan seiring dengan keterbatasan peralatan. "Hanya penyelam tradisional yang berusaha mencari ke tengah laut. Itupun hanya sebentar," ungkapnya.
(fat/fat)











































