Ban mobil merk Brigestone itu ditemukan dalam kondisi pecah dan tidak layak pakai lagi untuk membawa jumlah penumpang melebihi kapasitas.
"Kami bawa ban belakang sebelah kiri untuk diuji, karena ditemukan dalam kondisi pecah. Diduga ini sebagai penyebab mobil oleng dan menabrak," ujar Kepala Unit Fisika dan Instrumental Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya AKBP Ir Didik Sugianto pada detiksurabaya.com di Mapolres Batu, Kamis (16/4/2009).
Dalam analisa tim labfor, kondisi ban diketahui buatan tahun 2000 tidak layak lagi untuk digunakan. Dengan kondisi mobil melaju kencang dan jumlah penumpang melebihi batas, membuat ban meletus.
"Itu akan kami teliti apakah meletus sebelum kejadian atau setelah kejadian. Jika melihat kondisinya ban mobil telah tipis," ungkapnya.
Sementara Kapolres Batu AKP Tejo Wijanarko juga menegaskan, bahwa kecelakaan maut yang mengakibatkan 9 penumpang tewas adalah mahasiswa dan mahasiswi PTS di Malang karena ban belakang sebelah kiri pecah.
Tejo menerangkan, mobil sebelum kejadian melaju cukup kencang. Saat itu lokasi kondisi jalan ada ctikungan dan diduga mobil terpental dan jatuh hingga oleng. "Setelah jatuh dari tikungan itu, ban pecah hingga mobil oleng dan menabrak trotoar," tegasnya.
Sementara dari hasil penyelidikan, para korban sebelumnya menyewa sebuah rumah di Villa Songgoriti untuk menggelar pesta ulang tahun. Apakah itu pesta miras dan indikasi pesta narkoba. Pihaknya masih melakukan penyelidikan.
(fat/fat)











































