Korban, Aris Agustin (18), warga Dusun Sumberwangi Desa Wonosobo Kecamatan Srono, diduga tewas overdosis pil destro yang diminumnya bersama minuman keras. Dari lubang hidung, telinga keluar darah dan bagian tubuh lainnya terlihat bercak darah membiru.
"Dari visum dokter serta keterangan saksi-saksi dipastikan korban overdosis obat yang menyebabkan pembulu darahnya pecah," ungkap Kapolsek Gambiran, AKP Ma'ruf saat ditemui detiksurabaya.com di UGD RS Al-Huda, tempat korban divisum.
Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui pihak keluarganya berpamitan ke rumah temannya.
Belakangan diketahui korban bepergian bersama Paiman, teman sekampungnya menuju ke rumah Rizka di Desa Gambiran. Di sanalah, ketiga orang tersebut diduga menggelar pesta minuman keras di salah satu rumah kosong setempat sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (15/4/2009).
Menurut teman korban, Paiman, sebelum pesta miras korban diketahui dalam kondisi mabuk pil distro. Meski begitu, korban tetap nekad mengkonsumsi pil yang sebetulnya sebagai obat batuk tersebut bercampur minuman keras.
"Dia memberi saya 10 butir destro dan 40 butir lagi dia yang pegang. Tapi diminum apa tidak saya tidak tahu," jelas Paiman yang matanya terlihat memerah kala diperiksa polisi.
Korban baru diketahui tewas oleh kedua rekannya sekitar pukul 06:00 WIB pagi tadi. Keduanya mengaku tidak tahu persis kapan korban meregang nyawa.
"Saya bangun korban sudah kaku, saya goyang-goyang tidak bangun-bangun, terus saya minta bantuan warga untuk dibawa ke RS Al-Huda," jelas Paiman sambil tertunduk lesu.
Sementara kematian korban membuat kedua orangtuanya terpukul. Sebab sebelum pamit keluar rumah, korban diketahui pulang mengaji di masjid dekat rumahnya.
"Sepertinya tidak mungkin almarhum mati karena mabuk, dia rajin mengaji kok," sesal Haji Wagiman, paman korban kala ditemui detiksurabayacom di sela-sela mengurus proses pemulangan jenazah keponakannya.
(fat/fat)











































