Hujan Tangis Pecah di Kamar Mayat RSU Syaiful Anwar

Kecelakaan Tewaskan 9 Mahasiswa

Hujan Tangis Pecah di Kamar Mayat RSU Syaiful Anwar

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2009 10:56 WIB
Malang - Hujan tangis terdengar di kamar jenazah RSU dr Syaiful Anwar Malang. Mereka seakan tak percaya bila anak-anaknya tewas dalam kecelakaan saat menghadiri ulang tahun temannya.

Beberapa keluarga terlihat shock manakala melihat luka dan mayat keluarganya yang tragis. Korban sebagian besar mengalami luka di kepala yang cukup mengenaskan.

Salah satu orangtua korban Anang Kosim (24) yang mengemudikan mobil asal dari Jalan Kapten Java, Denpasar, Bali, H Syamsul Arifin mengaku anaknya masih semester 8 Universitas Islam Malang (Unisma) jurusan Manajemen Ekonomi.

"Ya benar yang mengemudikan mobil itu anak saya. Dan itu mobil sendiri, bukan pinjaman. Mobil itu khusus diberikan ke anak saya," kata Syamsul yang sehari-hari menjadi pengusaha garmen di Denpasar kepada detiksurabaya.com saat di kamar jenazah RSU Syaiful Anwar, Malang, Kamis (16/4/2009).

Syamsul mengaku anaknya tipe orang yang santun terhadap orangtua dan temannya. Dia tidak pernah main kebut-kebutan dan minum-minuman keras selama ini. Sulung dari 5 bersaudara itu dipercaya membawa mobil sejak sekolah SMA kelas I.

Pria yang datang bersama paman dan keponakannya tersebut mengaku sebelum mendengar kabar anaknya tewas, dirinya tidak bisa tidur.

"Semalam saya resah sesudah sudah salat Isya. Entah kenapa saya juga tidak bisa tidur. Saya rasanya malas pulang, pingin tidur masjid di sekitar rumah," kenangnya.

Namun keresahan itu akhirnya terjawab setelah sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi seorang petugas kepolisian dari Malang mengabarkan jika anaknya tewas kecelakaan.

"Saat itu keluarga shock dan saya langsung ke Malang dengan naik mobil," kata Syamsul yang berasal dari Blitar.

Rencananya, jenazah akan dibawa langsung ke Denpasar dan akan segera dimakamkan setelah hasil visum dilakukan tim dokter.

"Kami masih menunggu keluarga di Blitar untuk bersama-sama membawa jenazah ini ke Bali," tegasnya.
(fat/gik)
Berita Terkait