Duel maut ini sendiri terjadi, Rabu (8/4/2009) malam ini dipicu aksi dukung mendukung caleg. Darno, adalah pendukung kuat Sunardji caleg Partai Gerinda Dapil 2, tersinggung dengan ucapan Sudar, pendukung Maryono caleg dari Partai hanura nomor urut 4 di Dapil yang sama.
Menurut keterangan Maryono, mantan Kades Ambulu, Sudar yang juga perangkat Desa Ambulu menebar isu, kalau tim sukses Sunardji melakukan Money Politics. Isu tak sedap itu pun sampai di telinga Darno. tanpa pikir panjang dengan membawa sebilah clurit, Darno mendatangi kediaman Sudar.
Sudar yang saat itu tengah ayik nonton televisi terkejut dengan kehadiran tamu yang tidak diundang itu. Meski tamunya mencak-mencak, dengan sopan dia mempersilahkan Darno duduk.
Darno yang kala itu amarahnya memuncak tidak dapat mengendalikan diri. Tanpa mendengar permintaan tuan rumah, ia langsung menghunuskan clurit yang dibawanya. Melihat nyawanya terancam, lelaki pendiam itu merangkul tubuh musuhnya dan terjadilah pergumulan.
Saat pergumulan terjadi, clurit yang dipegang Darno terlepas dan mengenai tubuhnya. Beruntung warga yang saat itu berada di TPS 5, yang tidak jauh dari tempat kejadian melerai duel antar tetangga tersebut. sehingga keduanya selamat. Hanya Darmo yang tangan dan kepalanya luka terkena sabetan sajamnya sendiri.
Meski Darno terkena cluritnya sendiri, namun Sudar diamankan di Mapolres Probolinggo. "Sudar sudah berada di mapolres. Saya barusan yang mengantar kok. Setelah kejadian dia menghilang. saya ketemukan dia di rumah saudaranya di Nguling," kata Maryono saat berada di Kantor Desa Ambulu, Kamis (9/4/2009).
Sementara itu, Kasat Reskim Polres Probolonggo AKP Sunadi enggan memberi keterangan terkait tragedi itu. "Karena korban saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum dimintai keterangan. Insya Allah saya dapat memastikan itu nanti setelah saya bisa melakukan pemeriksaan," ujarnya.
(bdh/bdh)










































