Permintaan korban yang belum tersampaikan itu diceritakan ibu korban, Marmi (41) saat ditemui detiksurabaya.com di rumah duka Jalan Sungkono 139, Pogar, Bangil, Pasuruan, Selasa (7/4/2009).
"Minggu malam lalu, Erwan telepon ke saya minta dibuatkan jenang abang supaya selamat saat latihan nanti. Padahal, sebelumnya Erwan hanya minta dibuatkan jenang abang kalau pas lagi ulang tahun saja. Tapi, saya tetap menuruti keinginan Erwan," ungkap Bu Marmi.
Setelah mendapatkan permintaan dari anaknya, keesokan harinya, Marmi segera membuatkan jenang abang yang diminta oleh almarhum. "Setelah saya bagikan ke tetangga, siangnya saya mendapat kabar pesawat yang ditumpanginya jatuh," cerita Bu Marmi sambil berurai air mata.
Namun, meski putra bungsunya sudah jelas meninggal untuk menguatkan hati, Bu Marmi selalu membayangkan sebentar lagi anaknya pasti pulang dalam keadaan selamat.
"Saya melakukan ini biar tidak sedih terus," jelas Bu Marmi sambil menyeka air matanya.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, di depan rumah keluarga korban, saat ini sudah berdiri tenda besar untuk prosesi pemandian jenazah. Menurut salah satu keluarga korban, usai salat jenazah di masjid setempat, pemakaman akan dilakukan di TMP Bangil.
Seperti diberitakan, korban Fokker 27 di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dua diantaranya adalah warga Pasuruan. Keduanya adalah Serda Erwan susanto (22), warga Pogar Bangil dan Praptu Didik Cahyo (25), warga Rembang. (bdh/bdh)











































