Supatmi (60), ibunda Pratu M Imron bermimpi buruk sekitar satu minggu lalu. Dalam mimpi itu, suaminya (Alm) Sapilan (62) sedang memotong pohon bambu di halaman belakang rumah. Potongan pohon bambu itu kemudian diperkecil dan dirangkai menjadi sebuah tikar. Tikar itu kemudian digulungkan ke badannya.
Mimpi itu membuat Supatmi terkejut, pasalnya badan yang dibalut dengan tikar artinya orang yang meninggal dunia. "Mimpi itu dianggap sebagai firasat buruk dan akan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpa keluarga kami," kata Yanto (40), sepupu M Imron saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (7/4/2009).
Yanto mengerti benar keadaan keluarga M Imron selain saudara, rumahnya dengan rumah M Imron berada dalam satu wilayah yang berdiri di atas tanah keluarga. Yanto juga merasa kehilangan dengan kematian M Imron.
Yanto mengungkapkan setelah mimpi itu Supatmi kemudian mengontrol anaknya yang sedang berada di Bandung. Ia selalu berpesan agar lebih hati-hati di jalan atau melakukan aktivitas keseharian.
"Ternyata firasat itu terjadi dengan kecelakaan pesawat itu," tambahnya. (stv/bdh)











































