Kejadian berawal saat beberapa wartawan media cetak, online dan elektronik mengkonfirmasi dugaan praktek bagi-bagi uang salah satu calon DPD Jawa Timur ke dewan guru di sekolah tersebut. Wartawan pun ditemui Kepala Sekolah, Dra Budi Rahayu dan Suli Rahmanto Humas SMP 3 Lumajang.
Namun saat wartawan asyik ngobrol dengan kepala sekolah dan humas, tiba-tiba datang oknum guru bernama Paid Harianto dan langsung memaki-maki semua wartawan. Mendapat semprotan kata-kata kasar dan pelecehan, terjadilah keteganggan adu mulut. Iwan Sugiarto eorang wartawan TVOne mengambil kamera dan mengambil gambar peristiwa kasar oknum guru tersebut.
Keteganagan makin panas, saat oknum guru tersebut merusak kamera wartawan tv tersebut. Tak sampai di situ, oknum guru yang mengaku orang suku Madura menantang wartawan untuk berkelahi. Namun sejumlah wartawan tidak meladeni guru yang emosional tanpa sebab itu.
Iwan Sugiarto yang kecewa dengan tindakan oknum guru langsung melapor ke Mapolres Lumajang bersama sejumlah wartawan harian. Menurut Iwan, saat kejadian dia sempat merekam kejadin kasar guru tersebut. "Kamera saya dipegang dan merusak sreen videonay serta baterai," kata Iwan kepada penyidik di Mapolres Lumajang.
Humas SMP 3 Lumajang Suli Rahmanto menyayangkan insiden yang dilakukan salah satu guru di sekolahnya tersebut. Namun dia mengira guru yang bersangkutan sedang emosi karena terpojok dalam pelaku aksi dukung mendukung pada salah satu calon DPD Jawa Timur dari PGRI itu.
"Dia memang kasar dan sering emosi mas," kata Suli saat dikonfimasi wartawan.
(fat/fat)











































