Bapak Korban Sempat Mimpi Memegang Ikan Hiu

Dua Pasutri Tewas di Sidoarjo

Bapak Korban Sempat Mimpi Memegang Ikan Hiu

- detikNews
Jumat, 03 Apr 2009 09:58 WIB
Bapak Korban Sempat Mimpi Memegang Ikan Hiu
Sumenep - Sehari sebelum mendengar kabar kematian anaknya, pasangan suami istri (Pasutri) Nahrawi (29) dan Samawiyah (20) asal Dusun Barat Pasar, Desa Kali Katak, Arjasa (Pulau Kangean), Sumenep, Madura, bapak korban, Awi (50) mimpi memegang ikan hiu.

Dalam mimpinya, dua ikan hiu berukuran cukup besar dipegangnya. Setelah terbangun dari tidurnya, Awi yang berprofesi sebagai nelayan ini spontan ingat dengan Nahrawi yang sedang bepergian untuk membeli mobil dan mengkhawatirkan keselamatan jiwa dan uang yang dibawanya.

Sepengetahuan Awi, Nahrawi membawa uang Rp 21 juta. Sedangkan uang tabungannya sendiri tidak ada yang tahu berapa jumlah. Rencananya, akan membeli mobil pick up untuk taksi di Pulau Kangean.

"Dengan bermimpi memegang ikan hiu itu saya sudah gelisah dan spontan ingat pada Nahrawi yang pergi bersama keluarganya," ujar Awi dihubungi detiksurabaya.com via telepon, Jumat (3/4/2009).

Setelah itu, pasutri yang membawa anaknya, Wulan (4) dikabarkan telah tewas di Wisma Prambanan. Spontan keluarga besarnya histeris dan mencari tahu kebenarannya pada aparat setempat.

Meski begitu, bapak dan ibu kandung Nahrawi yakni Awi (50) dan Munah (45) tidak bisa berangkat ke Surabaya. Selain terkendala tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia juga masih shock. "Biar keluarga lain yang ngurus ke Surabaya," ungkapnya dengan bahasa Madura.

Dari keluarga korban Nahrawi, ada dua orang yang berangkat pada pukul 09.00 WIB menggunakan perahu dari Kangean menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep yakni Samsul dan Johong. Bila tidak ada kendala cuaca, akan tiba di Sumenep, Jumat malam. Lalu, melanjutkan ke Surabaya dan baru sampai, Sabtu (4/4/2009) pagi.

Untuk mengurus korban yang saat ini sedang dilakukan otopsi di RSU Dr Soetomo Surabaya, warga Kangean yang sedang ada di Surabaya diminta untuk membantu.

Sebelumnya, warga di sekitar Wisma Prambanan di Bungurasih, Sidoarjo dikejutkan dengan penemuan 2 pasutri tewas di kamar berbeda. Mereka yakni Samawiyah (20) dan Nahrawi (29) asal Dusun Barat Pasar, Desa Kali Tatak, Arasa, Sumenep di lantai 2 No 25 dan Miwati (31) dan suaminya, Bohnan (41) asal Daandong RT 2 RW 4, Sumenep di lantai 3 No 35. Sedangkan anaknya bernama Wulan (4) ditemukan selamat dari tragedi tersebut.

(fat/fat)
Berita Terkait