Orang nomor satu di jajaran Polda Jatim itu datang ke tempat kejadian sekitar pukul 19.57 WIB dengan mengendarai kendaraan dinasnya Sedan Toyota Camry.
Usai melihat lokasi penemuan mayat dua pasutri di lantai II dan III Wisma Prambanan sekitar pukul 20.15 WIB, Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengaku polisi belum bisa mengetahui penyebab kematian dua pasutri tersebut.
"Penyebabnya kita belum tahu, tunggu hasil autopsinya. Apakah ada makanan beracun ditubuhnya atau tidak kita belum tahu. Kita tidak bisa mengira-ngira penyebab kematiannya. Yang pasti tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Anton Bachrul Alam kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2009).
Anton mengatakan, diduga dua pasutri itu tewas sekitar pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB pada, Rabu (1/4/2009) malam.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang dugaan penginap wisma tersebut yang diduga kenal dengan korban dan chekout terlebih dahulu sebelum korban ditemukan tewas. Anton mengaku, kasus ini masih diselidiki anggota Polres Sidoarjo dan dibackup Polwiltabes Surabaya.
"Sudah 8 saksi yang dimintai keterangan. Kita belum tahu apakah dia terlibat atau tidak. Kita tunggu hasil penyelidikan nanti," jelasnya.
Setelah Kapolda meninggalkan lokasi kejadian tersebut, dua jenazah tersebut langsung dikirim ke kamar jenazah RSU Dr Soetomo dengan mengendarai mobil ambulance milik RSUD Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan dua jenazah lainnya sudah terlebih dahulu dibawa ke RSU Dr Soetomo untuk diautopsi.
Dari pantauan detiksurabaya.com, setelah kapolda meninggalkan lokasi dan dua jenazah lainnya dikirim ke RSU Dr Soetomo, warga yang berjubel di sekitar Wisma Prambanan mulai meninggalkan lokasi kejadian. Dan arus lalu lintas di Jalan Letjen Sutoyo mulai cair kembali.
Sebelumnya, dua pasutri ditemukan tewas di Wisma Prambanan Jalan Letjen Sutoyo, Waru Sidoarjo. Jasad Samawiyah (20) dan suaminya Nahrawi (29) warga Dusun Barat Pasar, Desa Kali Katak, Arjasa, Sumenep Madura ditemukan tewas di kamar 25 lantai II.
Pasutri lainnya Bohnan (41) dan Miwati (31) warga Daandong RT 2 RW 4, Daandong, Sumenep Madura tewas di kamar nomor 35 lantai III Wisma Prambanan. Sedangkan anaknya bernama Wulan (4) ditemukan selamat dari tragedi tersebut.
(gik/gik)










































