Ulah Perampok Nyentrik Resahkan Warga Banyuwangi

Ulah Perampok Nyentrik Resahkan Warga Banyuwangi

- detikNews
Kamis, 02 Apr 2009 15:54 WIB
Banyuwangi - Jajaran Polres Banyuwangi dikerjai habis-habisan oleh pelaku perampokan. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 3 malam berturut-turut, pelaku perampokan yang hanya mengenakan celana dalam serta bersenjata clurit itu berhasil menyatroni 7 rumah warga di Desa Ringin Putih, Kecamatan Tegaldelimo, Banyuwangi.

Aksi perampok nyeleneh ini pertama kali beraksi di rumah Hj Nur Azizah (60), warga Dusun Krajan, Desa Ringin Putih, Senin (30/3/2009) dini hari lalu. Dalam satu malam itu ada dua rumah warga lainnya yang turut dirampok. Yakni rumah Paidi (45) dan Sardi (50), yang lokasinya saling berdekatan.

"Perampok itu masuk rumah saya setelah mencongkel pintu belakang rumah. Dan membangunkan saya, meraka pakai celana dalam dan bertopeng serta ramah. Hanya HP dan kalung cucu saya yang diambil habis itu pamit pergi," cerita Hajah Nur Azizah, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (2/4/2009) siang.

Dimalam berikutnya, Selasa (31/3/2009) dini hari, aksi serupa kembali terjadi di desa tersebut. Perampok berpenampilan nyentrik yang diketahui hanya berjumlah 2 orang tersebut berhasil menyatroni rumah Sarjono (50), yang lokasinya masih berdekatan dengan lokasi perampokan dimalam kejadian pertama.

Entah karena merasa aman, atau karena tidak adanya respon dari pihak kepolisian, pelaku kembali beraksi, Rabu (2/4/2009) dini hari. Tidak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu itu pelaku kembali menyatroni 3 rumah sekaligus. Diantaranya rumah, Kasto (45), Hariyono (50) serta Hartono.

Uniknya, dari semua aksi tersebut, perampok hanya mengambil barang-barang yang sebenarnya nilainya tidak seberapa. Seperti HP, uang, makanan ringan, telur mentah, perhiasan emas yang tidak lebih dari 4 gram. Bahkan celana dalam salah satu korbannya yang sedang dijemur di luar rumah.

"Aneh ya mas, sepeda motor saya itu tidak dibawa, malah milih jaket dan celana dalam saya," jelas Hariyono, pada detiksurabaya.com keheranan.

Meski begitu, warga tetap merasa resah dengan serentetan aksi perampok bercelana dalam tersebut. Sebab, hingga hari ini para pelakunya masih bergentayangan. Mereka berharap, pihak kepolisian dapat memberikan perlindungan.

"Kalau sudah begini, yang rugi ya kami. Masak dalam 3 malam berturut-turut perampok aneh itu ngobok-ngobok kampung ini," jelas salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait