Barang-barang berisi seperti kasur, baju, lemari dan benda-benda berharga lainnya menjadi arang di halaman rumahnya saat korban bermalam di rumah famili desa tetangga. Korban baru mengetahui jika isi rumahnya dibakar orang setelah pulang dari familinya, pukul 07.45 WIB, Kamis (2/4/2009) pagi.
Tak hanya isi rumah, sebagian pintu rumah juga dibakar. Namun, api tidak sampai membakar rumah secara keseluruhan. Kini rumah korban kosong dari harta benda. Hanya arang bekas pembakaran barang-barangnya menumpuk di halaman rumah.
Sayang, tak satupun warga sekitar yang tahu peristiwa tersebut. Sebab, rumah korban terletak di daerah pegunungan dan jauh dari pemukiman warga. Diprediksi pembakaran dilakukan menjelang subuh.
Keponakan korban, Nita Oktavia (28) warga Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Sumenep, mengaku heran ada orang yang tega membakar isi rumah pamannya saat ditinggal penghuninya.
"Kalau marah pada orangnya ya kenapa membakar perabotan rumah dan isinya," kata Nita kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Menurut dia, sehari sebelumnya korban sempat cek cok mulut dengan seorang bromucora. Namun, untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan sebagai pelaku terkendala barang bukti dan saksi.
"Paman saya tidak pernah mempunyai persoalan dengan orang, kecuali sama orang bromucora itu karena ada persoalan sepele," terangnya.
Kini korban melapor ke Polsek Dasuk agar dilakukan pengusutan terhadap pelaku pembakaran harta bendanya. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
(fat/fat)











































