Nahruji mengaku semula mayat bayi itu dikira sebuah boneka. Namun saat didekati, betapa terkejutnya saat melihat ada ari-ari yang masih menempl di perutnya. Melihat kondisi itu, Nahruji lantas menarik ke pinggir sungai.
Memastikan barang temuannya bayi telah mati, Nahruji akhirnya menghubungi Polsekta Kedungkandang. Petugas yang datang ke lokasi pun melakukan identifikasi.
Dari hasil identifikasi sementara mayat bayi diperkirakan berusia 2 hari dengan ari-ari masih menempel di perut. "Dugaan kami bayi ini sengaja dibuang oleh orang tak bertanggung jawab," kata Kanitreskrim Polsekta Kedungkandang Aiptu Sapto Adi saat mengantar mayat bayi ke kamar mayat RSSA Malang.
Untuk memastikan kematian bayi malang ini, petugas membawanya ke kamar mayat RSSA Malang untuk diotopsi. Sementara petugas menyelidiki pelaku yang tega membuang bayi ini dengan mendata ibu hamil di sekitar lokasi kejadian.
(fat/fat)










































