Sebelumnya, simpatisan Partai Kedaulatan ini usai mengikuti kampanye rapat umum yang berlangsung di Lapangan Desa Tunggul, Kecamatan Paciran.
Petugas kepolisian yang mengawal massa simpatisan kampanye ini bahkan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara untuk membubarkan massa.
Adu jotos antara simpatisan dengan warga Desa Banjar, Kecamatan Paciran ini akibat saling adu mulut saat arak-arakan pulang kampanye.
Sebelumnya sesama simpatisan juga sempat terjadi baku hantam saat menghadiri kampanye rapat umum. Ketika itu, terjadi aksi senggol saat sedang digelar musik dangdut.
Sementara, Panwaslu Lamongan melalui ketuanya, Mustakim Khoiron mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pelanggaran kampanye kali ini. "Letak pelanggarannya adalah kampanye tidak diperkenankan untuk melakukan arak-arakan," tuturnya.
Mustakin juga menyadari, kericuhan yang terjadi ini kemungkinan karena jumlah personel keamanan yang dirasa kurang. "karena massa yang ikut ada sekitar 4.000 sementara petugas keamanan hanya dari dua polsek saja," tegasnya.
Mustakim juga mengaku pihaknya tidak mengira kampanye partai kedaulatan akan berlangsung dengan dihadiri ribuan orang, sehingga akhirnya terjadilah kericuhan ini.
(bdh/bdh)










































