Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, bayi yang belum diberi nama tersebut meninggal dunia pukul 07.30 WIB pagi tadi, Selasa (31/3/2009).
"Informasi yang kami terima demikian. Yang melaporkan pertama kali adalah Pak Lurah desa setempat, yang terus kami lanjutkan untuk memeriksakan ke rumah sakit ini," kata Kapolsek Semen, AKP Heri Siswoko saat dikonfirmasi wartawan di RS Bhayangkara Kota Kediri.
Heri menambahkan, meninggalnya bayi tersebut diakibatkan pijitan pada bagian dada, sesaat setelah tersedak, Meski begitu, penyebab pasti kematiannya masih terus didalami melalui serangkaian pemeriksaan.
"Kami sendiri belum dapat melakukan visum, karena keluarganya belum memberikan izin. Kalau hasil pemeriksaan sementara hanya terdapat sidik jari di bagian dadanya, tapi ada luka atau tidak belum diketahui," jelas Heri.
Selain menunggu hasil visum, pihak kepolisian saat ini juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap orang tua angkat bayi yakni pasangan Khoiriyah (37) dan Sutrisno (44). Keduanya diperiksa karena dianggap mengetahui penyebab pasti kematian bayi tersebut.
Sementara pantauan detiksurabaya.com di RS Bhayangkara, mayat bayi naas tersebut masih dibiarkan tergolek di kamar mayat. Pihak rumah sakit dan polisi menunggu izin kedua orang tua angkat untuk visum. Sedangkan orang tua kandung bayi sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSB Melinda, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, Kediri.
(fat/fat)











































