Dalam menjalankan aksinya, pelaku menjebol jendela ruangan yang berada di sebelah utara, selanjutnya pelaku langsung membawa semua komputer yang ada.
Dugaan sementara polisi, pelaku merupakan spesialis pencuri komputer, terbukti dari 40 lebih komputer yang ada, hanya komputer terbaru saja yang diambil.
Kasus tersebut diketahui sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (31/3/2009), oleh Hadari (65), seorang petugas penjaga malam, saat itu dirinya berniat mematikan lampu, karena memang sudah pagi hari, namun pria paruh baya ini kaget ketika tahu salah satu jendela ruangan tampak terbuka.
Padahal, terang Hadari, kalau dirinya bersama Hajir teman jaga lainnya, malam sebelum kejadian sudah mengadakan petroli rutin. "Saya semalam patroli tiga kali pak, dari jam 10 malam, jam 1 pagi, dan terakhir jam 2 pagi, tetapi saya lihat tidak ada hal yang mencurigakan, hanya ada beberapa lampu yang mati, tapi langsung saya hidupkan kembali," terangnya kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Selain ruang lab komputer, pelaku yang diduga lebih dari satu orang ini juga menjebol jendela ruang kepala sekolah, namum pelaku hanya berhasil menggondol sebuah TV LCD.
Dugaan Polisi kalau pelaku memang sangat professional, juga diperkuat dengan ditemukannya casing atau tempat CPU yang dicuri tampak berserakan di halaman belakang sekolah. "Pelaku memang sangat professional, buktinya mereka hanya menggambil isinya saja, sedangkan bungkusnya dibiarkan berserakan, saat ini kami sendiri juga masih mengkonsentrasikan kepada pengolahan TKP," terang Kasatreskrim AKP Sukari.
Informasi lainnya yang dihimpun menyebutkan, kalau komputer yang dicuri ini adalah bantuan pemerintah pada tahun 2007 silam, dengan nominal bantuan sebesar Rp 80 juta, kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 70 juta.
Selain itu pihak sekolah juga mencurigai Al R dan SM dua orang mantan siswanya, yang dua minggu sebelumnya dikelurakan dari sekolah, karena tertangkap basah mencuri sebuah helm di lingkungan sekolah. "Kami curiga kepada mereka, karena bisa saja mereka ini dendam, dan kebetulan dikeluarkan karena kasus pencurian," terang Wakasek Kesiswaan Sugiono Eksantoso.
(bdh/bdh)











































