Korban datang ke rumah Mat Kosim atas perintah orangtuanya. Tujuannya untuk menagih utang yang sudah jatuh tempo sesuai dengan perjanjian sebelumnya. Namun, kedatangan korban malah diteriaki maling sepeda motor, Minggu (29/3/2009).
Karena ketakutan dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, korban akhirnya pulang dan lari di gang perumahan. Namun sayang, warga sekitar justru mengejar dan menghajarnya.
Korban babak belur dan mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Aksi tindakan yang tidak bertanggungjawab itu berhasil dihentikan oleh tokoh masyarakat dan aparat kepolisian setempat.
Salah seorang saksi mata, Ny Wiwik (47), warga Pangarangan, Sumenep, menyebutkan, aksi kekerasan yang menimpa orang tidak bersalah itu diduga ada unsur kesengajaan dari salah satu warga yang mempunyai tanggungan utang pada keluarga korban.
"Mungkin karena malu ditagih utangnya, lalu seenaknya meneriaki maling pada korban biar yang meminjamkan uang itu tidak nagih lagi. Ya, akhirnya terjadi salah paham dari warga sekitar," kata Wiwik pada detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.
Dia berharap petugas dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga, tidak terjadi balas dendam antara kedua belah pihak. Korban saat ini dalam pengamanan petugas kepolisian setempat.
(bdh/bdh)











































