"Saya menolak bila pemilu diundur dari jadwal yang sudah ada. Masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) tidak bisa dijadikan alasan," kata Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) kepada wartawan di sela-sela kampanye akbar di GOR Delta, Jalan Majapahit, Sidoarjo, Kamis (26/3/2009).
SB menjelaskan, adanya masalah DPT fiktif bisa diselesaikan sebelum pemilu. Hal ini karena yang fiktif tidak mencapai 100 persen dari DPT Indonesia.
Penyelesaian itu bisa dilakukan sebelum pemilu sehingga pemilu tidak mundur dari jadwal yang telah ditetapkan. "Kesalahan DPT itu mungkin hanya 2-3 persen saja. Saya rasa hal itu tidak mengganggu jadwal pemilu," tegasnya.
Ia berharap DPT fiktif ini bisa diselesaikan dengan melibatkan struktur pemerintahan yang ada di daerah. Sebab yang mengetahui permasalahan DPT itu adalah pemerintahan di daerah.
"Harus diselesaikan secara sistematis karena yang mengerti permasalah DPT fiktif adalah pemerintah daerah," tambahnya.
(stv/fat)











































