Empat pemuda yang belum diketahui namanya itu, mengaku berasal Dusun Tegalyasan Desa Tegalarum Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Untuk melancarkan aksinya, para pelaku mencatut nama PLN cabang Banyuwangi. Termasuk perintah untuk menjual tempat rekening listrik.
Ulah petugas PLN gadungan itu terbongkar, setelah salah seorang warga Desa Telemung yang menjadi korban merasa curiga dan melaporkan ke kantor sesa setempat.
Diduga aksi penipuan berkedok PLN itu sudah berlangsung lama dan memakan korban ratusan orang. "Mereka ini menjualnya dengan memaksa dan mengaku dari PLN," jelas Sugianto, salah seorang warga Desa Telumung kepada wartawan Desa Telemung.
Tanpa dikomando, massa yang kesal karena merasa ditipu mentah-mentah langsung bergerak mendekati ke empat pelaku yang sedang diinterogasi beberapa perangkat Desa Telumung.
"Pukuli ayo pukul dasar penipu," teriak warga bersahutan sambil merangsek ke arah empat pelaku yang mulai pucat pasi.
Beruntung massa dapat ditenangkan. Untuk menghindari aksi massa terulang pihak kantor Desa Telemung meminta bantuan Polsek Kalipuro untuk mengevakuasi mereka. Kini keempatnya masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kalipuro.
(fat/fat)










































