Caleg Partai Hanura di Kediri Diancam Dibunuh

Caleg Partai Hanura di Kediri Diancam Dibunuh

- detikNews
Kamis, 26 Mar 2009 12:43 WIB
Kediri - 14 hari menjelang pemilihan umum legislatig (pileg), suhu politik di Kota Kediri memanas. Salah satunya ditunjukkan dengan ancaman pembunuhan yang diterima Sugeng Satrio (51), seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Hanura.

Ancaman pembunuhan yang diterima caleg untuk DPRD Kota Kediri dari dapil III tersebut, berupa pesan singkat yang dikirim seseorang yang tak dikenalnya dengan nomor hand phone 087 858 769 xxx, dan diterimanya Senin, 24 Maret 2009 lalu.

"Kamu akan jadi target pembunuhan, anak perempuanmu juga akan diculik dan diperkosa ramai-ramai. Mobilmu akan dibakar, dan keluargamu akan dibantai. Ini akan dilakukan selama masa-masa kampanye," kata Sugeng membacakan isi sms yang diterimanya, di sela-sela memberikan laporan ke Satuan Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolresta Kediri, Kamis (26/3/2009).

Caleg yang juga berprofesi sebagai wartawan tabloid mingguan tersebut menambahkan, dia sama sekali tidak mengerti siapa yang memberikan ancaman pembunuhan terhadapnya. Nomor handphone pengirim juga diakuinya asing, bahkan oleh sejumlah teman-temannya.

"Makanya saya baru laporkan sekarang. Karena 3 hari terakhir saya masih berusaha mencari pengirimnya, tapi teman-teman dan keluarga saya bahkan tak satupun yang mengenalinya," imbuhnya.

Saat ditanya kemungkinan adanya musuh yang dimiliki, Sugeng mengaku sama sekali tidak memiliki. "Kalau melihat isinya sepertinya lawan politik. Tapi siapa saya tidak tahu, karena selama ini saya juga tidak merasa melakukan kampanye yang menyalahi aturan," ujarnya dengan bersemangat.

Atas ancaman pembunuhan yang diterimanya, Sugeng meminta aparat kepolisian segera mengambil tindakan guna mengungkap pelaku dan motif yang mendasarinya.

Secara terpisah Kapolresta Kediri, AKBP Rastra Gunawan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan penyelidikan.

"Caleg atau bukan tetap saja masyarakat yang harus kami layani. Laporannya pasti akan kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan," ujar Rastra.

Untuk langkah awal penyelidikan, Rastra mengaku akan terlebih dulu mengecek kebenaran sms tersebut. Baik memeriksa saksi korban maupun mencari data pada operator telepon seluler yang digunakan korban.

(fat/fat)
Berita Terkait