Sementara pemilik toko emas, Sulkhanudin (33) mengalami luka setelah lehernya terkena sabetan celurit. Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.
"Waktu itu saya akan masuk ke toko, tiba-tiba datang seseorang dengan jaket hitam dan helm teropong langsung membacokkan parangnya," kata Sulkhanudin saat memberi keterangan ke polisi yang melakukan olah TKP, Selasa (24/3/2009).
Mendapat serangan mendadak, Sulkhanudin mengaku tidak menyerah. Dia sempat membuat salah satu pelaku tersungkur. Namun dia menyerah, setelah 7 orang kawanan rampok lain masuk ke tokonya dan langsung menyekap anak dan istrinya.
"Saat itu kami langsung diikat di kursi dengan mulut dilakban dan seluruh perhiasan emas yang ada etalase dihabiskan. Untungnya yang di dalam brankas tidak diambil," imbuh Sulkhanudin.
Sementara terbongkarnya aski perampokan tersebut setelah salah seorang kerabat korban datang selang 1 jam kemudian. Saat itu korban dibebaskan dari sekapan dan langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolsek Sanan Kulon.
Akibat kejadian itu, selain mengalami luka sayatan di bagian leher sepanjang 5 cm, korban juga menderita kerugian mencapai Rp 60 juta.
Sedangkan ciri-ciri pelaku perampok, Sulkhanudin mengaku tidak dapat menghafalnya semua, meski diakuinya rata-rata memiliki badan tegap. Namun dia sedikit mengenali salah seorang pelaku, yang diakuinya berambut keriting tipis, memiliki kumis lebat.
"Kebetulan dia yang membacok saya dan sempat saya jatuhkan. Terus seingat saya, usai merampok mereka kabur ke arah Kota Blitar dengan mengendarai sepeda motor," ungkapnya.
Secara terpisah Kapolsek Sanan Kulon AKP Sudi Atmaji saat dikonfirmasi mengaku belum dapat memastikan motif atas perampokan tersebut, karena proses penyelidikan masih dilakukan.
"Untuk kejelasan semuanya masih belum tahu, karena memang kami sendiri masih melakukan penyelidikan," ujar Sudi.
Meski begitu, Sudi mengaku kemungkinan besar kawanan perampok tersebut memang pelaku specialis toko emas. Dan saat ini disinyalir masih berada di wilayah Blitar. "Doakan saja cepat tertangkap biar bisa segera kami ekspos," tegasnya.
(fat/fat)











































