Munculnya api dari sumur bor tersebut menjadi perhatian serius warga. Terlebih, lokasi sumur yang tidak mengeluarkan air itu berada di seberang jalan pintu masuk pabrik kimia PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, sumur bor yang mengeluarkan gas tersebut bermula ketika Rokani meminta tolong Samat, salah seorang warga Desa Remen, untuk mengebor sumur di belakang warungnya. Setelah dilakukan pengeboran hingga kedalaman 70 meter, ternyata sumur itu tak kunjung mengeluarkan air.
Karena tidak mengeluarkan air juga, pengeboran secara manual itu akhirnya dihentikan. Esoknya peralatan pengeboran langsung dibawa pergi karena dianggap tidak bisa. Lubang sumur pun akhirnya ditutupi dengan batu kerikil.
Yang membuat warga terkejut, saat Pujiono (31) dan Rokani akan membakar sampah di sekitar sumur yang baru dibor pagi tadi, keduanya terkejut karena tiba-tiba api tersulut dari bekas sumur itu.
"Semula kami anggap bekas minyak yang terbakar, setelah diperhatikan serius ternyata api ke luar dari bekas pengeboran sumur," ungkap Pujiono saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi sumur belakang rumah Rokani di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban.
Peristiwa tersebut langsung ramai dibicarakan warga. Mereka mulai berbondong-bondong melihat api yang ke luar dari bekas pengeboran sumur.
"Berarti di dasar tanah milik Kang Rokani ini ada gasnya. Wah bahaya ini kalau nanti meledak," ungkap Abdul Jafar (29), salah satu warga saat ditemui di lokasi sumur.
Dalam suasana itu, seorang warga akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Jenu. Kapolsek Jenu AKP Murni pun akhirnya memerintahkan jajarannya untuk mengamankan lokasi sumur Yang keluar gasnya.
Api yang keluar dari sumur langsung dipadamkan. Selanjutnya ditutup dengan batu dan tanah. Tak hanya itu, lokasinya juga dipasangi police line.
"Ini untuk pengamanan kepada warga masyarakat," kata sejumlah polisi dari Polsek Jenu saat ditemui di lokasi sumur.
(bdh/bdh)










































