Mesum di Rumah Janda, Mutakin Diarak Keliling Kampung

Mesum di Rumah Janda, Mutakin Diarak Keliling Kampung

- detikNews
Minggu, 22 Mar 2009 17:43 WIB
Tuban - Apes menimpa, Mutakin (30), pemuda asal Desa Beji, Kecamatan Jenu, Tuban. Dia digerebek warga saat berasyik ria di rumah seorang janda kembang, Sumiati (40), janda kembang Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban.

Pasangan yang dimabuk asmara ini diarak massa menuju Balai Desa Kaliuntu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pengadilan yang dipimpin Kepala Desa Kaliuntu, Murtadlo memutuskan pasangan ini harus melanjutkan hubungan dengan menikah secara sah.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari warga Desa Kaliuntu menyebutkan, sebenarnya hubungan asmara antara janda kembang penjual ikan dan Mutakin sudah berlangsung lama. Namun, belakangan pemuda asal Desa Beji yang dikenal sebagai jagoan desa ini, makin nekat hingga kencan hingga larut malam.

"Kami sudah mengingatkan agar tidak apel di rumah Mbak Sum (sapaan akrab Sumiati) sampai malam. Tapi dia malah mentang-mentang merasa jagoan, jadinya pada Sabtu (21/3/2009) malam minggu kita gerebek ramai-ramai," ungkap Yoyok saat bersama pemuda desa lainnya yang ditemui detiksurabaya.com di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Tuban, Minggu (22/3/2009).

Merasa maksud baiknya tak digubris, pemuda Desa Kaliuntu mulai marah. Mereka menyanggong Mutakin saat apel ke rumah janda yang ditinggal mati suaminya tersebut. Terbukti, saat sang pemuda masuk rumah janda dan tak keluar-keluar, warga langsung kompak berkumpul di sekitar rumah Sumiati.

Sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah pemuda langsung menggedor pintu rumah sang janda. Mengetahui massa pemuda yang datang, Mutakin yang masih belum lengkap pakaiannya karena diduga sedang indehoi dengan pasangannya kabur lewat jendela.

Sayangnya meski sempat ke luar rumah, dia tak bisa kemana-mana karena rumah tersebut telah dikepung pemuda desa. Melihat kondisi itu, dia langsung bersembunyi dengan memanjat pohon waru di samping rumah janda.

"Semula kami mengira ia telah lari jauh, ternyata ia sembunyi nangkring di atas pohon waru. Langsung saja kita tangkap," ungkap Salam, pemuda desa lainnya.

Saat tertangkap, Mutakin dan pasangannya Sumiati, langsung digiring ke Balai Dea Kaliuntu. Pasangan apes ini diarak sepanjang 200 meter menuju balai desa. Kepala Desa Kaliuntu Murtadlo, langsung dibangunkan dari istirahatnya.

"Kami sebenarnya masih bisa menerima hubungan mereka, karena memang Mbak Sum sudah janda. Tapai kalau kampung kami dipakai perselingkuhan kami tidak bisa menerima," papar pemuda desa setempat.

Sesampai di balai desa keduanya langsung diadili Kepala Desa Kaliuntu berikut perangkat desa lainnya. Akhirnya disepakati mereka harus melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, agar tidak menjadi aib kampung.

Dihadapan perangkat desa dan massa, pasangan ini menyatakan, telah berpacaran selama tiga bulan terakhir. Keduanya juga sepakat dan setuju untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

"Masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, kita memfasilitasi antara mereka dengan warga. Mereka juga telah sepakat akan menikah," kata Kepala Desa kaliuntu, Murtadlo, saat ditemui di rumahnya.
(fat/fat)
Berita Terkait