Saat ditemukan para nelayan yang pulang melaut, jasad bapak tiga putra ini dalam kondisi mengenaskan, nyaris tak bisa dikenali.
Sejumlah nelayan yang ikut mengevakuasi jasad Karnain saat ditemui detiksurabaya.com menyatakan, semula para nelayan tak yakin jasad yang ditemukan di perairan Desa Remen, sebelah utara pabrik kimia PT Trans Pacifik Petrochemical Indotama (TPPI) itu adalah Karnain.
Namun setelah diteliti bagian giginya, diyakini jenazah tersebut adalah Karnain yang tenggelam saat memperbaiki baling-baling perahu pada Rabu (18/3/2009) siang.
"Mungkin sudah takdirnya Kang Karnain, meninggal tenggelam di laut. Risiko jadi nelayan ya meninggal di laut, kalau supir mungkin meninggalnya ya tabrakan di jalan," kata Subekti (35), di samping sejumlah nelayan yang ditemui di sela-sela takziah di rumah duka.
Temuan jenazah sudah dilaporkan ke Polsek Jenu. Nelayan dan sejumlah polisi langsung melakukan evakuasi jenasah ke tepi pantai Desa Socorejo. Kemudian, setelah diyakini jasad tersebut adalah Karnain, langsung dibawa ke keluarganya.
Istri dan tiga anak Karnain, terlihat syok mengetahui kondisi nelayan tersebut. Jasad Karnain, langsung dibersihan dan dimandikan untuk selanjutnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Nelayan Karnain tenggelam, di saat memperbaiki baling-baling perahu di tengah laut. Para nelayan memperkirakan, ia meninggal setelah kakinya terbelit rumpon ikan di tengah laut. Sebab, saat perahunya berhenti karena baling-balingnya rusak, posisinya berada di dekat rumpun ikan.
"Mungkin saja kaki Kang Karnain saat memperbaiki baling-baling menyangkut rumpon atau jaring, sehingga ia langsung tenggelam ke dalam laut,” ungkap sejumlah nelayan yang ditemui di rumah duka.
(gik/gik)











































