"Adik saya mengkonsumsi pil koplo sekitar satu tahun lalu. Biasanya mengkonsumsi dengan teman-temannya. Pertama kali mengkonsumsi hanya 10 butir dan hingga terakhir kali 50 butir per hari," kata Ahmad Husni kakak kandung Yusuf saat bincang-bincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (18/3/2009).
Husni menerangkan, sebelum mengalami lumpuh dan hilang ingatan, Yusuf sering marah dan emosional saat diperingatkan orang tuanya. Perilaku Yusuf karena terpengaruh obat pil koplo yang dikonsumsinya hampir setiap hari.
"Kalau habis pakai, dia seperi orang kesurupan dan marah-marah," ujar Husni.
Meski sering mengkonsumsi obat pil koplo, orang tua dan kerabatnya tak tega melihat Yusuf mengalami sakit parah dan kejang-kejang. Keluarganya pun membawa Yusuf ke Rumah Sakit Dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Namun kondisinya tetap tidak ada kemajuan yang berarti, bahkan dokter menduga apa yang dialami Yusuf akibat pengaruh pil koplo yang dikonsumsinya selama ini. "Dokter bilang anak saya infeksi otak," kata Riyama (45) ibu Ahmad Yusuf yang didampingi Husni.
Kini Riyama hanya meneteskan air mata dan sedih melihat anaknya terbaring lemas dan hilang ingatan di kamarnya karena menjadi korbanĀ pil setan. Keluarganya hanya bisa merawat Yusuf ke RS Dr Hartoyo selama 3 hari, karena tidak kuat membeli obat sesuai resep dokter, meski pihak rumah sakit memberikan biaya kamar dan dokter gratis.
"Harga obat untuk anak saya perbutir 150 ribu," jekas Riyama yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci.
Keluarganya juga sudah berupaya mencari pengobatan alternatif dengan cara membawanya ke dukun pijat. "Meskpiun dipijatkan ke dukun, belum ada hasil," jelas Riyama.
Sementara Kanit Reskoba Polres Lumajang Aiptu Cahyo Raharjo yang mengunjungi rumah Ahmad Yusuf mengatakan, pil koplo sangat berbahaya dan dapat mengganggu pernafasan dan saraf otak bila dikonsumsi tanpa resep dokter.
"Apa yang terjadi pada Yusuf, sebagai pelajaran bagi pengguna pil koplo. Karena itu jangan sekali-sekali mencoba obat-obatan berbahaya atau narkoba," kata Cahyo. (fat/fat)










































