Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, kedua pasangan itu yakni Sutikno (35) warga Desa Karetan, Kecamatan Kepung dan Fransiska (30) warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Identitas kedua korban kami ketahui dari dalam sebuah tas yang ditinggalkan. Dalam tas juga kami temukan uang sebesar 100 ribu," kata Kapolsek Kepung AKP Gunawan kepada wartawan di lokasi, Rabu (18/3/2009).
Selain meninggalkan tas, kedua korban juga meninggalkan sebuah sepeda motor jenis Suzuki Smash dengan nomor polisi AG 5845 CD di tepi bendungan.
Hingga pukul 14.30 WIB jasad salah satu korban, Sutikno baru ditemukan warga sekitar. Sementara polisi masih berupaya mencari jasad Fransiska. Meski begitu, polisi mengaku mengalami kesulitan melakukan pencarian lantaran debit air saat ini sedang tinggi.
"Makanya kami sedang menunggu kedatangan Tim Sar dari Brimob. Semoga saja korban segera ditemukan dalam kondisi apapun," ujar Gunawan.
Sementara informasi lain yang berhasil digali dari warga, kejadian bunuh diri tersebut pertama kali diketahui oleh Supriyanto (40), warga sekitar bendungan saat akan pergi ke ladang pada pukul 08.30 WIB.
"Kulo wau badhe dateng saben nemoaken montor meniko. Lha kulo padhosi ingkang gadahi mboten temu, lajeng kulo lapor dateng perangkat deso. (Saya tadi mau pergi ke ladang menemukan sepeda motor ini. Terus saya cari pemiliknya, karena tidak ketemu saya terus melaporkan ke perangkat desa)," ujar Supriyanto.
Terkait dugaan korban melakukan percobaan bunuh diri, diakui oleh Supriyanto setelah sebelumnya melihat kedua korban tampak berbicara serius. "Kulo sempat ningali saking tebeh. Ketingalane memang kados tiyang ingkang kesripahan ngoten. (Saya sempat melihat dari kejauhan. Kelihatannya memang orang yang sedang sedih)," akunya. (fat/fat)











































