Kampanye di Masjid, PKNU Disemprit Panwaslu

Kampanye di Masjid, PKNU Disemprit Panwaslu

- detikNews
Selasa, 17 Mar 2009 14:02 WIB
Kampanye di Masjid, PKNU Disemprit Panwaslu
Kediri - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kediri memberi peringatan keras kepada DPC PKNU. PKNU dianggap menyalahi aturan dengan menggelar kampanye di Masjid Baitur Rohman, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Dengan peringatan tersebut, sanksi administrasi siap diberikan.

"Jelas itu pelanggaran karena memang lokasi yang dipilih tidak dibenarkan dalam aturan," kata Kepala Divisi Penerima Laporan dan Penindakan Panwaslu Kabupaten Kediri, Wahyuni saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Selasa (17/3/2009).

Pelanggaran kampanye dengan menempati tempat ibadah, kata dia, dianggap menyalahi pasal 84 UU No 10 tahun 2008 tentang larangan menggelar kampanye di tempat ibadah, kantor instansi pemerintah dan tempat pendidikan.

"Tadi kami sebenarnya sudah berupaya represif dengan memberikan peringatan, namun sampai acara itu selesai tidak digubris. Kalau seperti ini kami akan mencatatnya sebagai pelanggaran dan kami rekomendasikan ke KPUD untuk diproses lebih lanjut," jelas Wahyuni.

Secara terpisah Ketua DPC PKNU Kabupaten Kediri H.Romadhon saat dikonfirmasi membantah telah melakukan pelanggaran kampanye. Dia beralasan, lokasi yang digunakan berada di depan kantor partai yang secara kebetulan tepat di depan masjid.

"Anda lihat sendiri kami tidak menggunakan fasilitas masjid dan tenda acara ini ada di depan masjid. Tolong itu dibedakan," ujar Romadhon.

Sementara pantauan detiksurabaya.com, dari sekitar 1.500 peserta istighotsah dan kampanye, sekitar 500 orang lainnya tetap menggunakan serambi masjid untuk mengikuti rangkaian acara.

"Kalau itu kan bisa menjadi pengecualian, karena memang kebetulan cuacanya panas. Mungkin saja mereka kepanasan," kilah Romadhon.

Dalam istighotsah dan kampanye tersebut, seluruh calon anggota legislatif dari PKNU, baik untuk DPRD tingkat II, tingkat I maupun DPR RI tampak hadir. Selain itu, sejumlah kiai khos di Eks Karesidenan Kediri juga hadir antara lain, KH Idris Marzuki, KH Nurulhuda Jazuli, dan KH Zainudin Basyari.

"Sengaja beliau-beliau kami datangkan untuk menarik minat massa. Secara kebetulan juga, Mbah Idris (sapaan akrab KH.Idris Marzuki) tadi juga sudah memberikan tausiyah politiknya, agar warga nahdhliyin memenangkan PKNU," ungkap Romadhon. (fat/fat)
Berita Terkait