Abu Semeru Guyur Lumajang Selatan

Abu Semeru Guyur Lumajang Selatan

- detikNews
Kamis, 12 Mar 2009 16:22 WIB
Abu Semeru Guyur Lumajang Selatan
Lumajang - Hujan abu Gunung Semeru mulai mengguyur kawasan Lumajang bagian selatan. Abu ini akibat dampak letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang mengeluarkan material padat setinggi hampir 800 meter pagi tadi.

Abu yang mengguyur dengan derasnya ini mengakibatkan warga di Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo harus mengemasi seluruh jemuran, serta menghentikan aktivitas di luar rumah.

Meski sudah terbiasa dengan guyuran hujan abu, namun warga yang tinggal 9 kilometer dari Puncak Mahameru ini tetap merasa khawatir dengan perkembangan gunung yang saat ini dinyatakan dalam status siaga.

Warga mengaku takut karena masih akan ada letusan-letusan dahsyat yang akan terjadi di Gunung Semeru. Ketakutan warga mengingat pada tahun 1997 lalu, sempat terjadi guguran awan panas setelah terjadi letusan.

Surtiyah (50), salah satu warga Desa Sumber Urip saat ditemui wartawan di desanya, Kamis (12/3/2009) mengaku dirinya serta warga lainnya takut dengan kondisi Semeru akhir-akhir ini yang jarang mengeluarkan letusan. "Saya takut Semeru meletus sepeti tahun 1997 lalu," ungkap wanita ini singkat

Dari pengamatan detiksurabaya.com, abu Semeru yang mengguyur mengakibatkan sejumlah tanaman pertanian berubah warna menjadi putih keabu-abuan. Bahkan, guyuran abu yang mulai terjadi sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, juga mengakibatkan pernafasan menjadi sesak, dan mata perih.

Diberitakan sebelumnya, untuk kedua kalinya Gunung Semeru mengeluarkan letusan dahsyat disertai semburan material padat.

Hingga saat ini gunung tertinggi di Pulau Jawa masih berstatus siaga karena letusan Puncak Mahameru terus menurun di bawah normal antara 100-150 perhari.

Dari data seismograf manual dan digital di Gunung Sawur, sejak Rabu hingga Kamis pagi, Semeru hanya mengeluarkan letusan sebanyak 24 kali. Sedangkan gempa vulkanik dalam yang terekam 2 kali, dan gempa tektonik jauh 2 kali. (bdh/bdh)
Berita Terkait