Akibat kejadian itu korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta. Jumlah tersebut merupakan kalkulasi atas sejumlah perhiasan yang hilang berupa gelang dan kalung.
Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, kejadian itu diperkirakan terjadi pukul 04.00 WIB, Kamis (12/3/2009) dinihari. Namun baru disadari 4 jam kemudian, setelah perhiasan yang disimpan di dalam lemari tidak lagi ada di tempat.
"Perkiraan saya ya jam segitu, karena memang saat itu saya sedang sibuk ngurusi pengiriman ayam dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong," kata Sutarmi kepada wartawan yang menemuinya di rumah.
Meski meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dan tanpa pengamanan, dia mengaku tidak tahu saat jika rumahnya akan kemalingan.
"Saya ngurusi pengiriman ayam ya di depan rumah. Tapi ya namanya orang sibuk dan konsentrasi bekerja, jadinya ya nggak kepikiran lagi soal rumah," ujar korban.
Sementara saat ditanya dugaan pencurian perhiasan emas miliknya, korban mengaku kemungkinan orang dekat yang telah mengenal seluk-beluk isi rumahnya.
"Ya nggak menuduh pelakunya si A atau si B. Tapi perkiraan saya pelakunya karyawan saya sendiri, karena memang sudah menjadi kebiasaan jam segitu beberapa karyawan nunut salat subuh," ungkapnya.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Slemat Pujiono saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengaku belum bisa memberi banyak keterangan, karena proses penyelidikan masih berlangsung. "Do'akan saja segera terungkap jadi segera saya ekspos pelakunya. Kalau sekarang saya belum bisa berikan banyak keterangan," kata Slemat. (fat/fat)











































