Puluhan wisatawan ini melihat Puncak Mahameru dari pos pantau Gunung Sawur di Kecamatan Candipuro. Praktis, pos pantau tersebut padat oleh wisatan yang ingin berlibur bersama keluarga.
Meskipun Gunung semeru masih diselimuti kabut tebal, namun pemandangan yang sangat eksotis. Para wisatawan yang datang tidak mensia-siakan kesempatan ini untuk berfoto dengan latar belakang Gunung Semeru.
"Saya penasaran kondisi Semeru yang diberitakan meningkat aktivitasnya," kata Surahman (43), pengunjung asal Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (9/3/2009).
Sementara, kawasan hutan bambu di Desa Sumbermunjur, Kecamatan Candipuro yang biasanya ramai pengunjung, kini nampak sepi dari wisatawan. "Sejak Semeru meletus, para pengunjung lebih memilih ke Sawur mas," tutur Heri Gunawan.
Menurut Heri, sebelum Semeru mengeluarkan letusan dahsyat Jumat lalu, jumlah pengunjung berkisar antara 200 hingga 500 orang. Kini turun drastis, hanya sekitar 100 orang saja.
Sementara itu, Suparno, petugas pos pantau Gunung Semeru mengaku, sejak statusnya dinaikkan Gunung Semeru masih fluktuatif. Rekaman Seimograf Semeru mengeluarkan 23 letusan dan satu kali gempa vulakinik dalam. "Kalau puncak tidak tertutup kabut, tampak asap putih yang keluar," tutur Suparno. (bdh/bdh)











































