"Status Gunung Semeru jadi siaga kok belum tahu ya mas, perangkat desa belum kasih tahu kok," kata Sugeng (46), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sabtu (07/03/2009).
Menurut Sugeng, hingga kini dirinya dan warga yang lain masih belum mendapat pemberitahuan dari dinas terkait tentang peningkatan status Semeru.
"Sejak pagi Gunung Semeru diselimut awan dan kabut pekat. Apalagi letusan kemarin Semeru terus diselimuti awan, jadi kami tidak bisa melihat aktivitasnya," ungkap Sugeng.
Sementara, Petugas Pemantau Aktivitas Gunung Semeru di Gunung Sawur Kecamatan Candipuro Hery Kuswandata menyatakan, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharap tetap tenang. Warga diminta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas tentang letusan Semeru. Dan selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.
"Sampai saat ini belum dipandang perlu ada pengungsian. Untuk warga yang bermukim 4 Km dari puncak gunung untuk waspada," kata Hery Kuswandata
Puncak Mahameru, sejak Jumat sampai Sabtu pagi mengeluarkan 52 kali letusan. Vulkanik dalam 5 kali, termor 1 kali dan tektonik jauh 2 kali.
Status Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai Jumat (6/3/2009) pukul 14.00 WIB telah ditetapkan statusnya dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III). (bdh/bdh)










































