Meski begitu, puskesmas tetap menerima pasien khususnya di unit Gawat Darurat (UGD). Puskesmas yang berjarak sekitar 50 meter dari bantaran Sungai Berantas terendam air sejak subuh tadi pada pukul 04.00 WIB, Jumat (6/3/2009).
Tidak ada bangunan puskesmas yang buka 24 jam tersebut selamat dari genangan air. Halaman, kamar mandi, ruang dokter, ruang administrasi hingga ke ruang UGD terendam air. Tingginya pun bervariasi. Di halaman setinggi lutut orang dewasa, di ruang dokter setengah lutut dan di ruang UGD selutut orang dewasa.
Beruntung, obat-obatan, peralatan medis serta dokumen pasien sempat diselamatkan oleh pihak perawat dan juga staf. Obat-obatan dan peralatan medis disimpan di tempat yang lebih tinggi seperti meja dan di atas lemari.
Pantauan detiksurabaya.com, puskesmas tetap menerima pasien. Pasien itu bernama Alfi (11) warga Desa Tenaru Kecamatan Driyorejo. Namun Alfi dipulangkan setelah mendapat perawatan. Selain Alfi ada empat pasien lainnya juga dilayani pihak puskesmas.
Farid salah satu perawat mengatakan, puskesmas tetap dibuka bagi masyarakat. Bahkan menurut dia, jika ada pasien korban banjir yang berobat akan digratiskan. Menurutnya sepanjang dia bertugas di kawasan tersebut, air tidak pernah masuk ke dalam puskesmas.
"Tetap akan berjalan dan akan dibuka dan jika ada korban banjir yang mau berobat akan digratiskan," ungkapnya.
Selain puskesmas yang terkena imbas banjir, beberapa sekolah dasar (SD) terpaksa meliburkan siswa-siswinya. SD yang meliburkan siswanya yakni SDN Driyorejo I dan II, SDN Krikilan I, SDN Cangkir I, II dan III. Pengumuman pun terpasang di gerbang sekolah dan berbunyi" 'Sekolah untuk kelas I-6 diliburkan sementara'. (wln/fat)











































