Bengawan Solo Kembali Meluap, Bojonegoro Siaga I

Bengawan Solo Kembali Meluap, Bojonegoro Siaga I

- detikNews
Kamis, 05 Mar 2009 12:04 WIB
Bengawan Solo Kembali Meluap, Bojonegoro Siaga I
Bojonegoro - Setelah sempat surut, Sungai Bengawan Solo, kembali meluap pukul 10:30 WIB, Kamis (5/3/2009). Alat ukur ketinggian air di Pasar Kota Bojonegoro menunjukkan di titik 13.80 peilschall atau Bojonegoro dalam siaga satu.

Dalam 24 jam dari kenaikan debit air sungai itu disiagakan jajaran pengawas Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PBSDA) Bengawan Solo PU Jatim di Bojonegoro.

Kordinator PBSDA Mulyono mengatakan 7 dari 14 kecamatan telah dialiri luapan sungai seperti sepekan sebelumnya. Kecamatan itu meliputi Kota, Kapas, Trucuk, Kalitidu, Baureno, Kanor dan Dander.

"Naiknya air mulai pukul tujuh pagi tadi, hal ini karena potensi hujan lokal yang masih tinggi, kami mengkhawatirkan hingga akhir Maret mendatang kondisi sungai terjadi pasang surut," kata Mulyono.

Untuk Kecamatan Kota, aliran air mulai mengaliri daerah kota di bagian utara yakni, di Ledok dan Mulyoagung. Sedangkan pasang surut banjir selama tiga pekan berturut turut disebabkan masih berpotensinya curah hujan di sepanjang Bulan Maret 2009.

"Luapan kali ini karena hujan deras mulai kemarin siang dan jelang dinihari tadi, sehingga anak sungai mengirimkan debit air yang tinggi ke bengawan," terang Mulyono.

Menurutnya, tujuh kecamatan yang mulai teraliri luapan air sungai itu terdapat di 88 desa yang letaknya berada di bantaran sungai. Dari sejumlah desa yang kembali dialiri luapan air sungai, Kecamatan Kanor paling rawan lama terendam.

Tepatnya di Desa Semambung Kec Kanor, selain tanggul sungai sudah jebol sepanjang 300 meter. Peristiwa itu terjadi akhir pekan lalu, sejumlah bangunan rusak di sana. Diantaranya 3 rumah ambruk terseret arus, jalan poros desa jebol sedalam 5 meter sepanjang 30 meter. Kondisi itu menyebabkan 40 kepala keluarga terisolir.

Jebolnya tanggul juga menyebabkan bangunan sekolah tingkat dasar dan menengah yang dikelola oleh nahdliyin di desa setempat ambrol, tanah halaman dan lantai kelas sekolahan itu hilang terseret derasnya arus. Hingga kini 300 siswa di sana masih diliburkan.

"Sekarang ditambah lagi susulan luapan sungai yang mengalir deras ke desa ini," kata Kepala Desa Semambung, Moch Adnan. (fat/fat)
Berita Terkait