Toko Emas Dibobol Maling, 2 Kilogram Perhiasan Amblas

Toko Emas Dibobol Maling, 2 Kilogram Perhiasan Amblas

- detikNews
Rabu, 04 Mar 2009 12:01 WIB
Toko Emas Dibobol Maling, 2 Kilogram Perhiasan Amblas
Kediri - Pembobolan di toko emas kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kali ini menimpa Toko Berkah milik Prawoto (52), yang berada di Pasar Desa Wonorejo, Kecamatan Wates. Akibat kejadian tersebut, dagangan korban berupa 2 kg perhiasan emas dan uang senilai
Rp 30 juta amblas.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada, Rabu (4/3/2009) sekitar pukul 03.00 WIB, namun baru diketahui selang 30 menit kemudian oleh sejumlah masyarakat yang mulai berbelanja di pasar.

"Ingkang ngerti pertama nggih tiyang dateng peken, lajeng ngabari kulo. Lha saking kabar meniko kulo ngandani ingkang gadah toko (Yang mengetahui pertama kali orang yang ada di pasar, lalu memberi tahu saya. Dari kabar itu, saya lantas memberitahu yang punya toko)," kata Bambang Sudarmaji (55), penjahit pakaian yang lokasi usahanya berada tepat di sebelah toko emas, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com di lokasi.

Pemilik toko yang datang sekitar pukul 04.00 WIB langsung melaporkan kejadian yang menimpa tokonya ke Mapolsek Wates, yang tak berselang lama juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP diketahui, jika komplotan pencuri masuk ke dalam toko setelah menggunting kunci pintu rolling door. Setelah berhasil masuk, para pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari 3 orang langsung merusak brangkas dan menguras
isinya.

"Keterangan dari korban, isi brangkas itu ada 2 Kg emas dan uang tunai Rp 30 juta. Kalau ditotal, kerugian korban ditaksir mencapai Rp 300 juta-an," kata Kapolsek Wates, AKP Andry S di sela-sela olah TKP.

Mengenai dugaan asal pelaku dan motif yang digunakannya dalam melakukan pencurian, Andry mengaku belum dapat menjelaskannya.

"Yang jelas semua masih dalam tahap penyelidikan, dan saya minta rekan-rekan bersabar. Tim Opsnal Polres sedang bekerja bersama jajaran saya," tegas Andry.

Meski demikian, dalam keterangannya Andry juga mengaku mencurigai kemungkinan keterlibatan orang dalam. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya seorang pun yang ada dalam toko, baik pemilik maupunĀ  penunggu, padahal nilai harta benda yang ada di
dalamnya sangat besar. "Itu baru dugaan, dan semuanya harus dibuktikan terlebih dahulu," tegas Andry. (bdh/bdh)
Berita Terkait