Kondisi itu menyebabkan duka di Desa Kadungrejo Kec Baureno. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Camat Baureno Muslih saat dikonfirmasi mengatakan, satu rumah milik Sujono (41) warga Dusun Karanglo, bahan rumah dinding berukuran 8 X 8 m (M) dan rumah kedua berdinding sama ukuran 8 X 6 M milik Srawoto (38) warga Dusun Kadung.
"Enam hari saat banjir, tidak ada satupun rumah yang hanyut. Loh saat surut kok malah ada rumah warga yang hanyut," katanya.
Dari kondisi kedua rumah milik dua keluarga yang hanyut itu, Muslih memerintahkan kepada pamong desa untuk mencarikan tempat penampungan sementara kepada keluarga yang kini tidak lagi memiliki rumah. Tampungan sementara sangat berarti bagi kedua keluarga, terutama untuk melindungi anak anak kedua keluarga dari hujan yang sore itu turun deras di sana.
Disinggung bantuan dari Pemkab Bojonegoro ? Muslih menyatakan telah melaporkan musibah rumah hanyut ke pimpinan. "Saya barusan sudah telpon bupati dan saya diperintahkan untuk memberikan bantuan sementara berupa makanan dan biasanya akan diberikan uang tunai untuk mendirikan kedua rumah seperti semula," terang Muslih.
Untuk bantuan makanan ke kedua keluarga yang berduka, juga mengalami kendala. Hal itu dikarenakan jalan poros desa yang masih tergenang air setinggi pinggang orang dewasa dan juga cuaca yang buruk. Sehingga Camat Baureno dibantu oleh koramil dan polsek naik perahu dengan memutar lewat tengah Sungai Bengawan Solo.
Kepala Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Bojonegoro Mashuri saat meninjau lokasi jebolnya kedua rumah mengatakan, hanyutnya rumah karena labilnya tanah.
"Barangkali selama terendam luapan banjir, tanah dibawah air ikut bergerak dan terseret arus banjir, pada saat surut terjadi gerakan tanah yang dibarengi dengan arus luapan yang masih kencang," katanya. (fat/fat)











































