Pria asal warga Dusun Palurejo Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar, Banyuwangi, tak sadarkan diri sejak setahun lalu. Dia diduga overdosis setelah minum obat pereda sakit kepala kepala.
Kedua tangannya menggenggam erat dan sesekali terlihat gerakan meronta dari tubuhnya, seakan menahan rasa sakit. Meski begitu, tubuhnya kaku dan sulit digerakkan.
"Beginilah mas kondis anak saya setahun terakhir ini. Saya sudah habis Rp 50 juta lebih untuk pengobatannya," jelas Basuni saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Selasa (3/3/2009).
Menurut Basuni, kondisi anaknya itu bermula saat Sukamdi mengeluh pusing. Sukamdi sendiri sering mengeluh sakit kepala. Setelah keluhan pusing muncul, Sukamdi langsung minum obat pereda sakit kepala. Dan saat itulah rasa pusingnya hilang.
Namun pereda sakit kepala itu justru berubah menjadi petaka, saat rasa pusing kembali mendera kepala Sukamdi sekitar awal bulan Februari 2007 lalu. Setelah minum obat pereda kepala itu, anaknya langsung kejang.
"Tiba-tiba anak saya kejang-kejang seperti anak kecil step. Tubuhnya kaku, gigi-giginya gemeratak saling terantup," ungkap Basuni yang mengaku tidak tahu obat jenis dan merek apa yang diminum saat itu.
Setelah dilarikan ke RSU Genteng, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kondisi Sukamdi semakin parah. 4 gigi depan bagian atas tanggal setelah petugas rumah sakit memaksa membuka mulutnya yang terlanjur tertutup rapat. Saat itu petugas rumah sakit mengkhawatirkan luka pada lidahnya.
Tanggalnya 4 gigi Sukamdi memicu dugaan keluarga korban, sebagai penyebab kondisi tubuh korban yang divonis dokter ahli syaraf menderita kerusakan syaraf. Meski begitu, orang tua korban tidak berniat mempermasalahkannya.
"Menurut adik saya yang berkerja di Dinas Kesehatan, overdosis tidak akan berdampak seperti itu pada tubuh anak saya," ungkap Basuni yang diamini istrinya.
Kini, Sukamdi hanya dirawat di rumah dengan perawatan ala kadarnya. Setelah sempat beberapa kali dirawat rumah sakit Banyuwangi dan Jember. Perawatan di rumah itu karena tidak ada biaya membawa Sukamdi ke RS. (fat/fat)










































